Review Jobsheet

Nama : Devaiz Aulia Ardana

No,Abs : 10

Kelas : X-TJKT2 

 Static dan Dynamic NAT

 I. Kompetensi

   Mahasiswa memahami dan mampu mengimplementasikan konsep Network    Address Translation (NAT) pada jaringan komputer.

 II. Sub Kompetensi  

  1. Menganalisis kebutuhan Network Address Translation (NAT) pada jaringan computer.  

  2. Mengkonfigurasi Static NAT menggunakan perangkat Router CISCO.  

  3. Mengkonfigurasi Dynamic NAT menggunakan perangkat Router CISCO.  

III. Alat dan Bahan  

  1. Router (Cisco Router)  

  2. Switch Layer 3 / Cisco Catalyst 

  3. Personal Computer  

  4. Patch Cord / Kabel LAN, USB to Serial Converter

  5. Driver LAN Card dan USB to Serial Converter, Aplikasi Remote Console PuTTY

IV. Keselamatan Kerja

  1. Penggunaan catu daya yang sesuai dengan kebutuhan perangkat.

  2. Proses ON dan OFF seluruh perangkat harus sesuai dengan prosedur standar.

V. Teori Pengantar

  NAT (Network Address Translation) merupakan sebuah protokol pada jaringan yang memungkinkan jaringan privat dapat terhubung ke internet, secara garis besar NAT itu akan membelokan traffic yang melewati router. NAT digunakan untuk mengubah alamat IP yang ada didalam sebuah paket data. Baik itu source IP ataupun destination IP. Jika paket data pertama dari sebuah koneksi terkena NAT, maka semua paket data dalam koneksi tersebut secara otomatis terkena NAT juga. Karena terbatasnya alamat ip publik yang ada di internet maka banyak Internet Provider menggunakan cara ini untuk mengcover jaringan lan pada sisi client agar tetap terhubung ke internet. Biasanya ISP hanya memberikan 1 buah IP publik untuk client mereka dan dari 1 ip publik itulah nantinya jaringan Lan pada sisi client dapat terhubung ke internet. Gambar 1. Cara kerja NAT 

  Jenis-jens NAT

  1. Source NAT (srcNAT) Berfungsi menyembunyikan / mengganti IP Address client dengan IP Address yang sudah terpasang pada router (Umumnya dari IP lokal ke IP publik)

  2. Destination NAT (dstNAT) Berfungsi untuk melakukan penggantian IP Address tujuan, atau membelokkan koneksi ke tujuan lain, Biasanya di vendor lain dikenali sebagai fitur port forwarding

  Jika menggunakan perangkat berbasis Cisco ada 3 jenis NAT, yaitu :

  1. Static NAT. Penggunaan 1 IP Public untuk 1 IP Private (One to One Mapping). Sebagai contoh ada sebuah server yang ingin diakses melalui internet, sedangkan Server tsb menggunakn IP Private, dengan menggunakan Static NAT maka server tsb dapat diakses melalui IP Public.

  2. Dynamic NAT. Penggunaan IP Public untuk IP Private yang memiliki jumlah yang sama. Jadi untuk menggunakannya membutuhkan jumlah IP Public dan IP Private yang sama, misal : jika ada 5 client maka kita harus memiliki 5 IP Public, maka dari itu Dynamic NAT ini jarang digunakan.

  3. Dynamic NAT Overloading.Penggunaan 1 IP Public untuk beberapa IP Private. Sebagai contoh ada lebih dari 1 client ingin mengakses internet, namun hanya ada 1 IP Public, maka kita bisa gunakan Dynamic NAT Overloading ini.

VI. Langkah Kerja  

Tahapan-tahapan proses konfigurasi Static NAT, adalah seabagai berikut :

 1. Bangun jaringan seperti topologi berikut : 

  a. Network yang harus anda bangun adalah blok Private Network

  b. Blok Public Network diasumsikan sebagai jaringan yang telah tersedia di laboratorium.

  c. Lakukan pengalamatan pada perangkat,   

  d. Install Web Server Apache (Paket XAMPP) pada PC Server-PT, dan siapkan web sederhana pada PC server tersebut. 

 2. Konfigurasi Static NAT Pada Router0.   

Keterangan : 192.168.1.2 = IP Private yang akan ditranslate ke IP Public 192.168.200.101 = IP Public IP NAT Outside = kita pilih Interface yang menjadi IP Public IP NAT Inside = kita pilih Interface yang menjadi IP Private

3. Tambahkan konfigurasi Routing menuju Public (internet) 

4. Lakukan Pengujian (Ping)

  a. Ping dari PC Public (PC Client Laboratorium) menuju IP Public Router0

  b. Ping dari PC Public (PC Client Laboratorium) menuju IP Server-PT (Private)

  c. Ping Router0 menuju IP PC Public (PC Client Laboratorium)

  d. Ping Server-PT (Private) menuju IP PC Public (PC Client Laboratorium) 

 5. Pengujian Web Server

  a. Melalui Laptop-PT (PC Client Private Network), coba akses web yang tersedia pada Server-PT (Private) menggunakan web browser di Laptop-PT ke alamat 192.168.1.2, Amati apa yang terjadi!

  b. Melalui PC Client Public Network, coba akses web yang tersedia pada Server- PT (Private) menggunakan web browser di PC Client Public Network ke alamat 192.168.1.2. Amati apa yang terjadi!

  c. Melalui PC Client Public Network, coba akses web yang tersedia pada Server- PT (Private) menggunakan web browser di PC Client Public Network ke alamat 192.168.200.101. Amati apa yang terjadi!  

e. Penugasan Setelah selesai melakukan konfigurasi Static NAT secara terbimbing, mahasiswa ditugaskan untuk melakukan konfigurasi Dynamic NAT With Overload secara mandiri, dengan tahapan sebagai berikut : 

1. Bangun jaringan seperti topologi berikut

2. Konfigurasi semua perangkat yang ada di Blok Private Network.

3. Konfigurasi Dynamic NAT With Overload pada Router0.  

4. Tambahkan konfigurasi Routing menuju Public (internet)  

5. Lakukan pengujian

  - Ping

  - Web Akses ke Server  

 

Review :

Review dari Jobsheet Static dan Dynamic NAT

1. Judul
Judul yang digunakan sudah sesuai dan jelas menggambarkan topik pekerjaan, yaitu Static dan Dynamic NAT . Hal ini membantu fokus peserta didik pada materi yang akan dipelajari.

2. Pendahuluan
pendahuluan menjelaskan tentang pengertian NAT yang bisa mempermudah pembaca menjadi faman dan juga menyebutkan jenis-jenis NAT.Namun,kalau bisa lebuh dipermudah dalam penjelasan 
 
3. Tujuan Pembelajaran
Mahasiswa memahami dan mampu mengimplementasikan konsep Network Address Translation (NAT) pada jaringan komputer.
  1. Menganalisis kebutuhan Network Address Translation (NAT) pada jaringan computer.
  2. Mengkonfigurasi Static NAT menggunakan perangkat Router CISCO.
  3. Mengkonfigurasi Dynamic NAT menggunakan perangkat Router CISCO.  
 
4. Alat dan Bahan
Alat dan bahan sudah mencangkup perangkat lunak dan perangkat keras

5. Aspek K3
Aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) seperti menjaga protokol kesehatan (3M), menggunakan alat dengan teliti, dan mengikuti arahan guru sudah ditulis dengan baik. Namun, bisa lebih spesifik lagi, 
 
6. Langkah Kerja

Bagian langkah kerja belum dituliskan secara rinci di jobsheet ini, namun diharapkan ada panduan langkah-langkah konfigurasi  

7. Kesimpulan

Secara keseluruhan, jobsheet ini sudah tersusun dengan baik dan mencakup komponen yang relevan untuk proses pembelajaran. Namun, dapat lebih baik jika disertakan petunjuk teknis yang lebih rinci pada langkah-langkah konfigurasi, serta penyederhanaan bahasa pada bagian yang terlalu teknis.

Jobsheet ini memberikan panduan yang jelas dalam memahami jaringan wireless dan penggunaannya, serta sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran bagi peserta didik yang ingin menguasai administrasi jaringan.


 

Comments

Popular posts from this blog

Produk 33 - VLAN

Produk 41 - Routing OSPF

Produk 36 - EtherChannel ( LaCP & PaGP )